Pokok Bahasan
Visi Produk dan Product Backlog Landing Page Kaos Custom
Perencanaan Sprint Dua Mingguan dan Strategi Rilis MVP
Teknik Penulisan User Story Menggunakan Format INVEST
Visi Produk dan Product Backlog Landing Page Kaos Custom
Perencanaan Sprint Dua Mingguan dan Strategi Rilis MVP
Teknik Penulisan User Story Menggunakan Format INVEST
Pertemuan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menyusun manajemen proyek berbasis Agile untuk pengembangan landing page kaos custom. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana mengadaptasi kerangka kerja Scrum pada proyek berskala kecil hingga menengah, mulai dari identifikasi kebutuhan pemangku kepentingan, penyusunan product backlog, perencanaan sprint, hingga eksekusi iteratif yang berfokus pada penyampaian nilai secara bertahap. Penekanan diberikan pada kemampuan menerjemahkan visi produk ke dalam user stories yang terukur dan terprioritas.
Poin utama pembahasan meliputi: (1) dekomposisi fitur landing page menjadi sprint backlog yang realistis, (2) penerapan daily stand-up, sprint review, dan retrospective dalam konteks tim pengembang kecil, (3) strategi kolaborasi antara product owner, scrum master, dan development team untuk memastikan keselarasan desain visual dengan tujuan bisnis, serta (4) pemanfaatan alat bantu seperti Kanban board dan burndown chart untuk memantau kemajuan proyek. Mahasiswa juga akan mengeksplorasi pendekatan pengembangan berbasis iterasi yang memungkinkan validasi pasar secara dini melalui minimum viable product (MVP) landing page.
Project Landing Page kaos Custom bertujuan menghadirkan platform pemesanan kaos berbasis web yang memungkinkan pelanggan mendesain dan memesan kaos secara langsung. Sebagai Product Owner, prioritas fitur disusun dalam Product Backlog berdasarkan nilai bisnis dan urgensi. Backlog awal mencakup halaman beranda dengan Hero Section, galeri portofolio, form kustomisasi desain, kalkulator harga dinamis, integrasi payment gateway, dan halaman tracking pesanan. Setiap item backlog dilengkapi dengan deskripsi, estimasi effort menggunakan story point (Fibonacci), dan kriteria penerimaan. Target MVP (Minimum Viable Product) difokuskan pada fitur kustomisasi dasar dan checkout — fitur tracking dan integrasi pengiriman masuk ke sprint lanjutan. Dengan pendekatan ini, tim dapat merilis versi fungsional dalam tiga sprint pertama dan mengumpulkan umpan balik pelanggan untuk iterasi selanjutnya.
Sprint berdurasi dua minggu dengan total empat sprint untuk peluncuran MVP. Sprint pertama mencakup pembuatan struktur halaman menggunakan HTML5 dan CSS3, termasuk implementasi Hero Section responsif. Sprint kedua fokus pada galeri interaktif dan integrasi JavaScript untuk kalkulator harga. Sprint ketiga menambahkan form kustomisasi dan validasi input pengguna. Sprint keempat digunakan untuk integrasi payment gateway, pengujian lintas perangkat, serta optimasi performa. Satu sprint dialokasikan sebagai buffer untuk menangani risiko teknis seperti kompatibilitas browser dan kecepatan loading gambar. Rilis MVP dijadwalkan setelah sprint keempat dengan target operasional penuh di akhir sprint kelima setelah perbaikan berdasarkan umpan balik pengguna.
User story disusun mengikuti prinsip INVEST (Independent, Negotiable, Valuable, Estimable, Small, Testable) untuk memastikan setiap item backlog jelas dan dapat dikerjakan dalam satu sprint. Format penulisan menggunakan pola "Sebagai [pengguna], saya ingin [fitur] sehingga [manfaat]". Setiap user story dilengkapi kriteria penerimaan spesifik untuk memvalidasi hasil kerja. Berikut contoh tiga user story utama yang menjadi tulang punggung pengembangan:
Scrum artifacts utama meliputi Product Backlog, Sprint Backlog, dan Increment. Sprint Backlog dipilih saat Sprint Planning berdasarkan kapasitas tim dan velocity sprint sebelumnya. Tim pengembang yang terdiri dari tiga anggota (frontend developer, UI/UX designer, backend developer) menjalankan Daily Scrum setiap pukul 09.00 WIB selama maksimal 15 menit. Setiap anggota menjawab tiga pertanyaan kunci: apa yang dikerjakan kemarin, apa yang akan dikerjakan hari ini, dan apa hambatan yang dihadapi. Scrum Master bertanggung jawab menghilangkan blockers, seperti ketergantungan pada API pihak ketiga atau kendala akses aset desain. Sprint Burndown Chart diperbarui setiap hari untuk memonitor progres pekerjaan terhadap target sprint.
Definition of Done (DoD) ditetapkan di awal sprint dan disepakati seluruh tim untuk memastikan standar kualitas terpenuhi. Kriteria DoD meliputi: kode telah melalui code review, semua unit test dan integration test lulus, halaman lolos pengujian Lighthouse dengan skor performa minimal 80, validasi W3C tanpa error, tampilan responsif di tiga breakpoint (mobile, tablet, desktop), dan cross-browser testing pada Chrome, Firefox, serta Safari. Setiap increment yang memenuhi DoD dipresentasikan dalam Sprint Review kepada stakeholder. Berikut contoh unit test sederhana untuk memvalidasi fungsi kalkulator harga agar hasil perhitungan sesuai ekspektasi:
// test/priceCalculator.test.js
const { calculatePrice } = require('../js/calculator');
test('harga 2 kaos katun size L sablon DTG = Rp 278.000', () => {
const result = calculatePrice({
material: 'cotton',
quantity: 2,
size: 'L',
technique: 'DTG'
});
expect(result).toBe(278000);
});
Setelah setiap sprint berakhir, tim mengadakan Sprint Retrospective menggunakan format Start-Stop-Continue untuk mengidentifikasi area perbaikan proses. Tim mendiskusikan metrik velocity sprint, kualitas kode, dan kolaborasi internal. Retrospective menghasilkan minimal satu action item konkret yang dimasukkan ke sprint berikutnya — misalnya peningkatan coverage test dari 70% menjadi 85%, pengurangan waktu review pull request, atau standardisasi dokumentasi API endpoint. Dengan siklus inspeksi dan adaptasi ini, tim terus meningkatkan efisiensi dan kualitas deliverable secara berkelanjutan sepanjang siklus pengembangan landing page kaos custom.
Belum ada sesi presensi untuk pertemuan ini.
Tanpa deadline
Unggah tugas Scrum anda pada form berikut.
08 Jul 2026, 23:50 WIB